Episode dimulai dengan Pak Sundiro menyusun adegan palsu: menyuruh seseorang berpura-pura jadi Lendra yang mabuk lalu jatuh ke sungai, dan merencanakan mencincang mayat agar bisa mengelabui Presiden dengan klaim kecelakaan baling-baling kapal. Di sela rencana itu, istri Zulfan—putri keluarga Goyard—datang meminta surat cerai karena takut asetnya disikat jika mengurus di pengadilan; ia mengaku lemah dan tak punya koneksi. Ia menawarkan uang untuk dana perang daripada diberikan pada "mereka" dan mendesak Sundiro membantu. Ketegangan berbalik saat ia mengejutkan Sundiro: "Gimana kalau aku bilang aku mau kau?"