Warga mencurigai Pak Sundiro bersekutu dengan orang Jepang—menguasai sewa Kota Jambir dan hak pakai rel—sehingga dituding mengkhianati negara dan menutup ruang keadilan bagi rakyat. Malamnya, Sundiro dibawa ke rumah hiburan Begata; ia memaksa wanita itu tetap, memuji kecantikannya dan menggoda sambil didorong oleh kekuasaan dan perintah Presiden agar melayani tamu tertentu. Pak Lendra datang menegur dan mendapat peringatan untuk tidak salah paham; kemudian seseorang tiba-tiba menyela, 'Dia adalah pacar aku.' Pernyataan itu memecah suasana, meninggalkan konflik personal dan kekuasaan yang belum terselesaikan.