Tania melamar sebagai asisten CEO dan dipilih secara mengejutkan oleh Pak Erwin meskipun belum memiliki pengalaman kerja. Pak Erwin menolak kandidat lain yang lebih berpengalaman demi memberi kesempatan pada Tania yang baru lulus. Tania merasa beruntung dan bertekad memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Ia berharap setelah pekerjaannya stabil, ia bisa membantu ibunya berhenti bekerja. Meski awalnya ragu, Tania siap mulai bekerja pada hari Senin dan menghadapi tantangan dari CEO yang terkenal sibuk.