Tania pulang terlambat dengan bau alkohol, menimbulkan kecurigaan ibunya yang prihatin. Meski Tania membela sikap bosnya yang baik dan merasa bersyukur mendapat pekerjaan, ketegangan muncul saat ia mengungkapkan kehamilan anak kembar dengan kondisi kesehatan yang buruk. Dia khawatir keuangan dan risiko kesehatannya. Di tempat lain, bosnya, Pak Erwin, diberitahu bahwa wanita itu adalah Tania dan diminta untuk mengantarnya pulang. Terakhir, Pak Erwin meminta hasil pemeriksaan kesehatan Tania, yang tampak baik, namun masih ada tekanan soal kesehatan dan pekerjaan yang belum tuntas.