Tania mengungkapkan kehamilannya kepada Pak Erwin, yang langsung menolak dan menyatakan bahwa anak itu bukan miliknya sambil mengumumkan rencana menikah dengan wanita lain. Merasa tersinggung dan ingin mengakhiri hubungan, Erwin menuntut Tania untuk menjaga jarak. Di lain tempat, Tania tampak tidak enak badan tapi menolak khawatir orang tuanya dan memutuskan untuk melakukan aborsi meski dokter memperingatkan bahwa ia mengandung anak kembar, sebuah situasi langka yang memicu ketegangan pada keputusan besarnya. Konflik ini meninggalkan ketidakpastian besar tentang masa depan Tania dan kehamilannya.