Pertengkaran keluarga meledak setelah seseorang memutus telepon dan menolak transfusi darah, memicu protes nenek dan permintaan maaf. Seorang wanita menawarkan menemani Nenek Buyut mengambil barang dan menjaga Jenni sebagai upaya damai, tetapi konflik memuncak ketika perempuan lain menuduh keluarga melindungi Thea dan anaknya dan menegaskan bahwa ia berjuang demi Jefri. Tuduhan berubah menjadi hinaan—tuntutan pengembalian lonceng, ancaman atas harta keluarga, dan fitnah bahwa ibu dijadikan "kantong darah". Ibu diperangi meski ada pembela; episode berakhir dengan teriakan, "Wanita jahat, kembalikan ayahku!"