Sekelompok narapidana yang dihukum mati ditawari oleh seorang jenderal kesempatan unik untuk menghindari hukuman dengan mengikuti misi berbahaya menyusup ke kamp musuh dan membakar persenjataan mereka. Mereka awalnya menolak karena menganggap misi itu bunuh diri, tapi sang jenderal menegaskan itu perintah militer yang harus dijalankan. Setelah dilema memilih antara mati sebagai penjahat atau mati sebagai pahlawan di medan perang, mereka akhirnya setuju untuk berjuang habis-habisan. Persiapan dan pembagian perlengkapan pun dilakukan untuk keberangkatan dini hari, menandai awal dari misi yang berisiko tinggi ini.