Dikta Cahyo, yang baru saja naik ke level enam setelah membunuh 13 prajurit barbar, diberi tugas oleh seorang jenderal untuk memimpin operasi memutus jalur logistik musuh dengan merebut gerobak makanan lewat Lembah Mahoni. Meskipun lelah setelah misi bunuh diri sebelumnya, Dikta bergabung dalam tim inti untuk menghadapi pasukan yang mulai goyah karena kekurangan logistik. Saat serangan dimulai, pasukan barbar yang dikira kuat justru melarikan diri, namun tiba-tiba tim Dikta menyadari bahwa ini adalah jebakan, memunculkan ancaman baru yang mendadak dan serius.