Tania menghadapi tekanan dari seseorang yang memaksa mengambil lukisannya, sambil mengungkap latar keluarganya yang susah dan beban kerja demi kuliah. Pak Heri muncul sebagai sosok pelindung setelah Tania di-bully di kampus. Ketika Tania dijebak dengan obat dalam minuman, Pak Heri kembali dan membawa Tania pergi tanpa alasan jelas. Tania yang merasa badan panas dan lemas memohon bantuan, namun disuruh mencari orang lain, meninggalkan ketidakpastian akan nasib dan hubungan mereka yang rumit.