Tania terlihat sakit dan lelah setelah berhari-hari merawat neneknya, lalu mengungkapkan bahwa ayahnya meminta uang sebesar 10 miliar rupiah ke Pak Heri dan mendapat kartu kredit berisi jumlah itu. Tania menuntut kartu itu dari ayahnya, bahkan mengancam dengan pisau saat ayahnya enggan menyerahkannya. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena ayahnya terus berjudi dan tidak menjaga harga diri keluarga. Ayahnya akhirnya menyerahkan kartu itu, namun Tania sudah menggunakan 5 miliar dari dana tersebut. Ia berusaha menghubungi Pak Heri untuk mengembalikan kartu itu, dan mendapat informasi alamat pesta ulang tahun Pak Rudi sebagai petunjuk lokasi Pak Heri, meninggalkan ketegangan soal langkah selanjutnya.