Seorang wanita menyadari ia mati lalu menjadi tokoh antagonis dalam novel, dipasangkan dengan Hans Kurnia. Di upacara warga mengejek pernikahannya 'dengan ayam' dan khawatir Hans akan pulang malam itu atau bahkan membunuhnya seperti cerita asli. Marsekal Muda diperintahkan menginterogasi; Tuan Marsekal memaksa pengantin menjalani ritual ayam. Konflik memuncak saat Kris didorong hingga patah kaki—Tuan Muda Ketiga terluka—lalu Tuan Marsekal memerintahkan hukuman lebih keras. Episode ditutup dengan tudingan bahwa Hans akan berselingkuh dengan 'nyonya kesembilan', meninggalkan teka-teki siapa yang dimaksud.
Episode dibuka saat seorang pria pulang terlambat dan keluarga berselisih soal sebuah kalung yang hampir direbut kakak ipar. Seorang wanita menjelaskan kalung itu dibawakan Kak Billy dari Feran dan menyangkal mengambilnya, namun Ella menuduhnya. Nyonya kedua membela diri, menegaskan tuduhan Ella salah, sambil mengingatkan bahwa ia tinggal di Kediaman Marsekal setelah ibunya meninggal dan takut diusir jika dituduh lagi. Dia mengklaim punya bukti. Ketegangan memuncak ketika seseorang mengumumkan akan "membuat barang antik tua merasakan kehebatan teknologi", menutup episode dengan ancaman yang menguji klaim bukti dan nasibnya.
Di hadapan Tuan Marsekal, seorang pria yang dituduh diminta bukti dan menyerahkan perangkat aneh yang ia dapat dari seorang asing, mengklaim bisa menangkap suara masa lalu. Ia menunjukkan cara rekam-putar dan, panik, menyalakannya; saat diputar terdengar suara Ella sendiri yang membuat hadirin terkejut. Beberapa orang takut perangkat itu berbahaya, sementara pria itu mengeluh hanya bisa membuat disk primitif meski mengaku jenius teknologi. Keraguan berubah jadi kecurigaan bahwa ia bukan dari zaman ini, dan kini semua menunggu keputusan Tuan Marsekal atas bukti mengganggu itu.
Ella dituduh mendorong Tuan Muda Kris saat mabuk, menimbulkan keributan di hadapan Tuan Marsekal dan orang-orang. Kris, yang kemudian diketahui putra Nyonya Ketiga, menderita patah kaki; Nyonya Ketiga menuntut hukuman. Ella mengaku mabuk, meminta maaf dan bersikeras tak ingat kejadian, sementara beberapa orang menyebarkan gosip bahwa Ella menyukai Marsekal Muda. Tuan Marsekal diminta memberi keadilan; para pihak berselisih soal seberapa berat hukuman agar tak membuat Nyonya Ketiga benci. Di akhir, disebutkan Ayah menginginkan balasan setimpal, meninggalkan nasib Ella yang menggantung menunggu keputusan.
Episode dimulai saat pengantin baru menolak malam pertama bersama Marsekal Muda; keluarganya mendesak karena Ayah memerintahkan pernikahan dan bisik-bisik tentang nyonya kesembilan beredar. Ia ingin kembali ke mansion dan menolak 'bermalam', takut tertular penyakit dari pasangan Marsekal yang lain. Marsekal mendesak, orang-orang meremehkannya, memicu konfrontasi di kamar: ia enggan mandi karena berkeringat dan menolak ajakan suaminya. Ketegangan mencapai puncak saat ia memohon bantuan dan menanyakan, "Di mana nyonya kesembilan?" Adegan terhenti tanpa jawaban, meninggalkan ancaman dan keputusan yang belum terselesaikan.
Seorang pelayan menemukan barang mencurigakan pada orang yang mengikutinya, mencoba mencucinya untuk melihat isinya, lalu dicurigai sebagai mata-mata dan diomeli karena bau darah; dia diancam jika ketahuan berbohong. Nyonya Muda diperintahkan diganti sprai dan dimandikan pelayan itu; saat membersihkan, terungkap dokumen pengakuan yang menyebut Marsekal Muda Kedua sebagai dalang, lalu bukti disimpan. Mereka minta data identitas Nyonya Muda; diketahui ia disebut putri Lukma yang hilang. Terungkap pula Nyonya Muda menyiapkan pernikahan sambil melecehkan putri angkat—bukti ada, tapi dalang belum dihadapi.
Marsekal Muda sedang makan saat asistennya mengingatkan bahwa mobil ke kediaman siap dan foto bisa jadi masalah; ia menunda pergi sampai istrinya menyelesaikan makan dan disajikan teh. Pemberi laporan mengatakan ancaman: tokoh antagonis akan meledak di dekat toserba baru hari ini—bom waktu terikat pada mobilnya dan ada 50 kilo bahan peledak di lokasi. Mereka juga menyebut antagonis selamat karena 'perlindungan cerita' dan ditolong oleh calon nyonya kesembilan yang melompat dari mobil. Seorang menyadari Hans selamat karena perlindungan itu, sementara dia sendiri tak memilikinya dan panik akan tewas, meninggalkan ketegangan menjelang konfrontasi segera.
Episode dibuka saat Marsekal Muda diberi tahu ada dua ikat bom waktu di bawah mobil dekat toserba: lebih dari 50 kilo bahan peledak yang bisa membunuh ratusan warga. Ia memerintahkan penyelidikan, mencurigai orang dalam—beberapa bahkan berspekulasi 'dari masa depan'—dan menyatakan akan menginterogasi sendiri. Di sisi lain, seorang wanita menyiapkan sandiwara pura-pura terpeleset; diminta membawa jubah, khawatir merusak anting kesayangannya, dan sengaja berpakaian berbeda agar Hans tak tertarik. Bantuan pakaian gagal, dan saat rencana hampir berjalan, ia tiba-tiba ditarik seseorang, menghentikan aksinya dan meninggalkan konsekuensi yang belum jelas.
Episode dibuka dengan keributan di sebuah rumah: seseorang diminta memeriksa bawah mobil setelah Nyonya Muda hampir jatuh, sementara Marsekal Muda dan Lancang saling menegur soal pekerjaan rumah yang diabaikan. Teriakan tentang bom memicu penyelidikan; mereka menemukan bahan peledak yang seharusnya ditinggalkan di Jalan Namu malah terkait dengan area di luar Mansion Kurnia. Satu orang mengaku telah mengambil dan membuang bahan peledak di Jalan Namu, tapi barang di bawah mobil harus disingkirkan pula. Tim memutuskan agar itu meledak di Mansion Kurnia untuk mengurangi bahaya, dan menyepakati menutup-nutupi pengetahuan ini—meninggalkan ancaman tersembunyi dan risiko bagi Nyonya Muda.
Sella Lukma, genius dari Pusat Penelitian Masa Depan, meninggal mendadak lalu bereinkarnasi sebagai tunangan Marsekal Muda Hans, penjahat besar yang namanya menakutkan. Rencananya sederhana: menjadi penonton pasif, mengumpulkan uang, lalu mundur ketika kabar tentang nyonya kesembilan Hans muncul. Dia siap menjaga jarak dan aman dari intrik masa lalu. Namun pada hari pertama pernikahan, rencana itu runtuh. Marsekal Muda Hans mendengar isi hati Sella yang menyebut 'nyonya kesembilan' — kata yang tak seharusnya ada, karena ayahnya hanya punya delapan nyonya. Kebingungan dan kecurigaan meledak. Dalam sekejap hubungan yang dingin berubah tegang; rahasia masa lalu dan identitas baru Sella mengancam membuka konflik yang tak terduga pada momen paling rentan mereka.