Episode ini terbuka dengan adegan penuh ancaman di mana seorang pria dan seorang anak perempuan bernama Sania dikeluarkan dari sebuah rumah. Pelaku mengancam akan menghabisi mereka jika berani datang lagi. Setelah diusir, wanita yang diusir itu meratapi nasibnya karena menikah dengan anak pria tersebut, menyebut suaminya pergi sepuluh tahun tanpa menghasilkan uang. Sementara itu, di dalam rumah, seorang wanita dan ibunya berencana menelepon suami wanita itu yang mereka sebut pecundang. Mereka bermaksud meminta uang untuk membeli rumah baru, lalu mengajak wanita itu untuk bercerai dan menikah dengan pria kaya bernama Ifan, yang disebut sebagai kakak ipar baru. Mereka juga mengungkapkan bahwa mereka telah berbohong kepada ayah wanita itu dengan mengatakan bahwa suaminya sudah mati. Rencana jahat mereka semakin jelas: menghapuskan suami dan anak wanita itu dari hidupnya demi ambisi menjadi nyonya kaya.