Cantika tiba-tiba membuat nenek panik setelah Adis Maya, gadis dari keluarga kedua, ditemukan jatuh ke kolam. Nenek mengkhawatirkan keselamatan Maya dan menegur Cantika karena dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Tabib memastikan Maya selamat tapi membenarkan kondisinya lemah dan harus mendapat perhatian ekstra. Nenek menolak menerima kecelakaan itu begitu saja dan menekan untuk mengetahui kebenaran, akhirnya Cantika mengaku telah mendorong Maya. Pengakuan ini memicu ketegangan keluarga dan menimbulkan pertanyaan tentang motif Cantika, meninggalkan situasi belum jelas dan berpotensi konflik lanjutan.