Cakra yang sedang sakit parah membuat keluarganya tergesa-gesa mencari satu-satunya keturunan untuk meneruskan garis keluarga. Namun, muncul keraguan saat seorang wanita bernama Cantika dianggap tidak pantas karena dianggap anak liar tanpa darah keluarga Syah. Keluarga besar menolak dan meragukan keaslian Cantika, meski ia membawa benda penanda keluarga. Konflik memuncak ketika pengakuan Cantika sebagai keturunan leluhur menimbulkan perdebatan, sementara mereka menunggu tanda dari tablet arwah untuk memastikan kebenarannya, meninggalkan ketegangan yang belum terpecahkan.