Cantika, seorang gadis kecil, menimbulkan kemarahan keluarga Syah karena berani menyanggah penghormatan kepada leluhur mereka yang dianggap berjasa besar. Dia ditantang untuk mematuhi tradisi membakar dupa demi leluhur yang dihormati, meski dianggap sebagai hinaan oleh sebagian orang tua di keluarga itu. Namun, Cantika tetap tegas dan menjanjikan bahwa pangeran yang dihormatinya akan sujud dan mengaku salah jika waktunya tiba. Ketegangan memuncak ketika para orang tua diperingatkan bahwa menerima dupa dari pangeran ini membawa berkah luar biasa, menyisakan pertanyaan apakah Cantika akan bisa mempertahankan posisinya di tengah tekanan keluarga besar itu.