Putri Sekar dipaksa menikah ke Negeri Liar sementara saudara perempuannya, Putri Citra, mendapat pernikahan megah dengan Negeri Ardhani; keluarga mempermalukan Sekar—kereta kuda yang disediakan bekas milik pelayan, ibunya absen dari upacara. Sebelum berangkat Sekar berjanji pada ibunya bahwa ia akan kembali menjemput dan menyelamatkannya. Di perjalanan orang memperingatkan bahwa Negeri Liar kejam, bahkan 'mereka suka darah dan daging manusia', sehingga Sekar takut tak bisa pulang. Ketegangan memuncak saat panggilan untuk turun terdengar; perintah itu menempatkan Sekar di ambang takdir yang belum jelas.