Di depan keluarga, seorang wanita kembali dari Negeri Liar membawa dua keranjang hasil bumi untuk mengajak ibunya pindah; ia menegaskan barang dipilihnya bersama suami dan 'tak ternilai'. Para anggota keluarga malah membanggakan Giok Buddha kelas atas yang diberikan menantunya dan meremehkan keranjang itu, menyebut isinya sampah, kotoran sapi, bahkan disiram dengan kotoran manusia. Mereka mengolok kemiskinan Negeri Liar dan memerintahkan pengawal membuka keranjang. Konflik memuncak saat pengawal diperintahkan membuka keranjang, menyisakan ketegangan dan menunggu reaksi keluarga.