Episode dimulai saat Sekar tiba di rumah mertuanya untuk bergabung dengan keluarga penggembala sederhana. Warga memuji kekuatan para pria dan memanggil 'Tuan', namun tuan menegaskan bahwa di negeri mereka pria dan wanita setara dan tidak perlu sujud. Orangtua Rendra menjelaskan latar sederhana keluarga, menyebut Rendra pas-pasan, kurang peka, dan agak kasar, lalu menegaskan mereka takkan memaksa Sekar. Mereka menyambut Sekar, berjanji merawatnya, bahkan mengancam akan mengulit Rendra hidup-hidup jika ia menyakitinya. Rendra terlihat bengong sementara keluarga mengurusnya; lukisan dari Raja Ardhani dipakai sebagai taplak meja. Ancaman dan sikap Rendra menyisakan ketegangan yang belum terselesaikan.