Episode ini dibuka dengan sekelompok orang yang menemukan lukisan bernilai tinggi—tadinya ditawar tiga kota oleh ayah salah satu—namun kini dipakai sebagai taplak meja, memicu ejekan dan perdebatan. Perbincangan beralih ke giok hijau: beberapa mengecilkan nilainya, sementara seorang tamu mengklaim di negerinya sepotong giok kecil bisa membeli sebuah kota. Mereka menawarkan Sekar batu-batu rapuh dari belakang gunung dan dua karung kerikil dari sungai untuk ibunya, tetapi ditegaskan benda-benda itu tak berharga. Diskusi mencapai titik balik saat disebutkan tiga gunung tertinggi di sekitar, lalu ada pertanyaan mengejutkan: "gunung emas?" yang menggantung sebagai tanda tujuan berikutnya.