Dalam episode ini, Nola bertemu Pak Carlo, CEO Grup Laras, yang sedang menegosiasikan proyek kerja sama dengan Biro Anti Korupsi untuk menyelidiki kasus Pak Tomi. Nola setuju mengurangi margin keuntungan demi kontrak cepat, lalu menemani Carlo minum anggur demi keuntungan bisnis. Namun, beberapa orang mempertanyakan identitas Nola, menganggapnya wanita penghibur meski dia berasal dari keluarga baik-baik, dan mengungkap alasan Carlo merahasiakan pernikahannya adalah demi melindungi Nola. Ketegangan soal jati diri dan hubungan mereka terungkap, meninggalkan prasangka yang belum selesai.