Nola menghadapi tantangan serius saat ia mengikuti pertandingan biliar yang memicu konflik dengan peserta lain, Edi, yang meremehkannya sebagai hanya keberuntungan. Nola menunjukkan kemampuan hebatnya dengan memenangkan beberapa babak, bahkan dengan kaki yang terkilir. Ketegangan meningkat saat kak Carlo tampak melindunginya dan ada tekanan agar Nola mengaku kalah. Namun, Nola menolak menyerah walau tangannya terluka, bertekad melanjutkan permainan demi kesempatan mendapatkan proyek dan menemukan kabar tentang ayahnya. Pertarungan kini mencapai titik kritis antara semangat dan kondisi fisiknya yang mulai menurun.