Carlo menerima panggilan dari seorang wanita yang ingin menghubunginya, tapi ia sedang rapat sehingga tidak bisa langsung menjawab. Di sisi lain, Nola menghadapi krisis besar karena pasien yang dirawatnya membutuhkan operasi otak mendesak dengan biaya tinggi sekitar 400 juta rupiah, sementara jadwal sidang menuntut pelunasan utang 4 miliar. Meskipun sudah mentransfer 180 juta dari tabungannya, Nola masih kekurangan dana. Dalam tekanan tersebut, seseorang yang dekat memberikan pinjaman 4 juta dan menawarkan 5 miliar sebagai bantuan sementara untuk kebutuhan Pak Tomi, membuka peluang solusi keuangan sekaligus konflik baru.