Di istana, Nona Yani dihina oleh bangsawan karena ibu dagangnya saat Pangeran Arya memberi hormat padanya; Tuan Putri Sumi kemudian memanggil calon permaisuri untuk diperiksa. Pangeran Amir diumumkan membatalkan tunangan dengan Yani demi Rani, memicu kegaduhan. Ketika para penentang menyerang reputasinya, muncul dekrit Kaisar yang menetapkan Yani sebagai selir pangeran dan calon permaisuri. Amir berjanji akan menaikkan statusnya—mengatur dirinya menjadi putra mahkota demi melindungi Yani—sementara bangsawan tidak rela menerima perubahan ini, dan intrik keluarga dekat memanas, menyisakan pertentangan kekuasaan yang belum terselesaikan.