Pada perayaan ulang tahun Adipati Negara yang ke-90, hadiah-hadiah diserahkan: lukisan Putra Mahkota dan sutra dari Nona Rani, lalu Nona Yani mengejutkan tamu dengan memberi sebuah papan nisan. Ketika diumumkan Adipati meninggal hari itu, hadiahnya dianggap kutukan dan Yani dituduh menyebabkan kematian. Pengawal diperintahkan menangkap dan memukuli Yani sampai mati. Yani menegaskan ayahnya pahlawan pendiri sehingga tak ada yang bisa menolongnya; seseorang menawarkan mewakili untuk meminta maaf, sedangkan lain mengancam akan membantu menghukum. Perintah 'Bawa hadiahnya kemari' menegaskan ancaman dan meninggalkan nasib Yani tak terselesaikan.