Seorang wanita merebut posisi Permaisuri dan paviliun, memaksa Ibu Rani menyuruh paman mengutus prajurit untuk mengusirnya. Ibu menyiapkan strategi: pada ulang tahun Adipati Negara Sufan yang ke-90 ia menyiapkan hadiah yang ditulis menyerupai tulisan tangan wanita itu untuk memancing amarah kakek. Namun diumumkan Adipati Sufan meninggal pada usia 90, dan keluarga menduga kutukan atau fitnah wanita itu terkait kematian itu. Mereka merencanakan sebuah pertunjukan untuk menyingkap fitnah, yakin bahkan Putra Mahkota tak bisa melindungi wanita itu. Dengan kakek tewas tepat hari itu, rencana Ibu dan nasib wanita itu tetap menggantung.