Arkana digeruduk warga karena disebut ingin menceraikan Nyonya Aurelia demi Selina, putri prefek. Di hadapan kerumunan, Arkana meminta keluarga Aurelia menerima uang dan lahan lalu pergi, mengaku terpaksa demi masa depannya. Keluarga marah; beberapa menegaskan Aurelia adalah putri sah Yang Mulia dan menuntut tanda tangan surat perpisahan. Ketegangan memuncak saat pengawal diperintahkan menyerang dan ada ancaman pembunuhan. Arkana menolak menandatangani sampai kakek sembuh, sementara Selina mendesak cepat karena kakaknya mempercepat inspeksi yang bisa meruntuhkan status Arkana dan mengancam keselamatan Aurelia.