Aurelia dituduh berselingkuh dengan Wahyu di depan keluarga Wiratama; Arkana menuduhnya demi menjilat orang berkuasa sehingga kakek sebagai kepala keluarga marah. Aurelia dan Wahyu bersikeras difitnah—Wahyu mengaku dipancing, Aurelia membantah—tetapi bukti membuat kakek memutuskan menceraikan, mengusir, dan memerintahkan pengawal menenggelamkan Aurelia sebagai hukuman dan peringatan publik. Pengawal membawa Aurelia pergi sementara keluarga memohon, kehancuran harga diri keluarga terancam. Rombongan Tuan tiba di Kabupaten Batu Hijau: mereka harus menemukan putri dan menaikkannya tahta dalam tiga hari sebelum kabar wafat Ratu Agung tersebar.