Surat cerai memicu konfrontasi keluarga: Aurelia, putri sah kerajaan, ditekan oleh Kakek, Selina, dan anggota keluarga lain agar menceraikan seorang wanita yang disebut putri bupati demi melindungi gelar dan masa depannya. Seorang pria yang bilang mereka pernah suami-istri memohon, sementara Rendra dan Keluarga Wiratama mengancam reputasi Aurelia. Kakek yang lemah mendesak, namun Aurelia menolak menandatangani surat itu, bersikeras "mati pun nggak akan kutandatangani." Seseorang menjanjikan cara agar pihak lain pergi; akhirnya Arkana diperintahkan menyingkirkan mereka dalam dua hari, dengan ancaman konsekuensi fatal dan nasib keluarga menggantung.