Episode dimulai dengan pengakuan seorang pelayan istana bahwa saat pemberontakan Pangeran Adira ia diperintah menyusupkan putri sah, Aurelia, ke pemukiman rakyat untuk menyembunyikan identitasnya. Kini identitas Aurelia terungkap; warga dan pejabat menuduhnya buronan dan menuntut hukuman berat. Pengawal menangkap Rendra dan Aurelia, lalu memutuskan menenggelamkan mereka untuk menjaga wibawa kerajaan. Aurelia memohon, mengaku bersalah, dan meminta agar kakeknya, seorang kasim tua, dilepaskan. Saat eksekusi dimulai dan hitungan tiga hampir selesai, titah kerajaan tiba: wasiat Ibu Suri menyatakan Aurelia sebagai Putri Mahkota—kejutan yang menghentikan aksi dan membuka konflik baru.