Di kantor Grup Lamja, perdebatan soal efisiensi bukan perasaan memicu dorongan agar Susi angkat kaki. Rekan-rekan membela bahwa tindakan Susi untuk menenangkan karyawan demi grup, tapi ada desakan bahwa ia tak cocok lagi. Saat konfrontasi, Susi bicara langsung dengan Lukas; ia awalnya dipercaya, namun Lukas mengatakan ia harus mengurus pengunduran diri di HR dan melepaskan saham perusahaan sebagai bukti kesediaannya. Lukas berjanji akan menebus setelah mereka menikah, lalu Susi setuju mengundurkan diri, keputusan yang menandai perubahan besar dan meninggalkan konsekuensi saham serta hubungan yang belum terselesaikan.