Di rumah sakit setelah kecelakaan, Thea terluka dan Yunia kritis; dokter mendesak Jefri mendonorkan darah karena golongan mereka sama. Jefri mendapat pesan anonim berisi foto mobilnya di lokasi kecelakaan yang menuduhnya merencanakan tabrakan untuk membunuh Yunia. Terjadi konfrontasi antara Jefri dan Thea: Thea mempertanyakan harga pernikahan tujuh tahun dan menghadapkan ultimatum—transfusi untuk menebus dosa atau bercerai. Jefri membantah punya hubungan dengan Yunia, sementara seseorang menyatakan kecelakaan itu direncanakan dan ada tuduhan pengambilan 2000 ml darah demi menyelamatkan Yunia. Ibu mendadak tak sadarkan diri; nasib transfusi dan keluarga tetap menggantung.
Jenni panik setelah menemukan ibunya tak bangun dan tangan dingin; ayah dipanggil tapi tak bereaksi, dan anggota keluarga menuduh adegan berpura-pura, bahkan menyebut "400 ml darah" dan menyuruh Jenni minta maaf pada Yunia. Jenni berusaha memberi obat dan mencari lonceng angin milik Yunia untuk menenangkan anaknya, lalu nekat keluar meski dilarang. Seorang keluarga menyatakan "Ibu nggak bisa kembali lagi." Di akhir, Kak Yandra mengaku menikah dengan Jefri demi hidup lebih baik, sering menutup kesalahan Jefri dan merawat Yunia untuk menebus dosa—menimbulkan keraguan: mungkinkah kata-kata Jenni benar?
Yunia terbangun di rumah sakit setelah transfusi darah dan curiga Kak Thea sengaja melukai atau membalas karena hubungan mereka. Jefri menenangkan, berjanji mengurus dan menyuruh orang itu minta maaf, lalu bergegas mengecek orang yang juga terluka. Jenni dipanggil pulang; Ayah membawa Ibu ke rumah sakit karena pendarahan. Di ruang perawatan Ibu mengungkap menderita leukemia dan gangguan pembekuan sehingga benturan kecil dari Kak Thea memicu pendarahan berulang. Yunia khawatir tentang Kelly, dan siapa yang harus bertanggung jawab serta nasib Ibu masih belum jelas.
Episode dimulai dengan Bibi Yunia yang kritis; diketahui hanya Jenni dan ibunya yang punya golongan Rh-negatif yang cocok. Ibu tampak tak sadar sehingga Ayah mendesak untuk membangunkannya dan menekan Jenni agar mau mendonorkan darah. Jenni takut: dia bertanya apakah transfusi sakit dan apakah akan tertidur seperti ibunya. Seseorang menuduh bahwa kondisi Bibi Yunia disebabkan oleh ibu Jenni, menambah tekanan. Ibu memerintahkan pengawal membawa Jenni ke transfusi, namun Jenni menolak keras. Konflik antara keselamatan Bibi Yunia dan penolakan Jenni berakhir tanpa keputusan: apakah Jenni akan dipaksa menjadi donor belum terjawab.
Ketika Nenek Buyut tiba untuk menurunkan Jenni, ia langsung melindungi cucunya dan menuduh Yunia—yang pernah meninggalkan Jefri demi pengusaha kaya—kembali hanya karena keluarganya kini makmur. Yunia disebut kehilangan banyak darah; ia menjelaskan pergi ke luar negeri untuk berobat dan mengaku hari ini terluka karena Thea, sehingga harus bertanggung jawab. Nenek Buyut mengutuk siapa pun yang menyakiti cicitnya, menuntut posisi Thea, dan mencari ibu Jenni; Jenni melapor ibunya tak bangun. Keterbukaan tentang Thea dan kondisi ibu menyisakan keputusan mendesak keluarga. Semua menuntut jawaban segera.
Pertengkaran keluarga meledak setelah seseorang memutus telepon dan menolak transfusi darah, memicu protes nenek dan permintaan maaf. Seorang wanita menawarkan menemani Nenek Buyut mengambil barang dan menjaga Jenni sebagai upaya damai, tetapi konflik memuncak ketika perempuan lain menuduh keluarga melindungi Thea dan anaknya dan menegaskan bahwa ia berjuang demi Jefri. Tuduhan berubah menjadi hinaan—tuntutan pengembalian lonceng, ancaman atas harta keluarga, dan fitnah bahwa ibu dijadikan "kantong darah". Ibu diperangi meski ada pembela; episode berakhir dengan teriakan, "Wanita jahat, kembalikan ayahku!"
Anak kecil Jenni dipaksa dan diolok-olok oleh anak lain—termasuk Kelly—karena sebuah lonceng angin yang hilang. Mereka memaksa Jenni menghabiskan roti atau "sampah" dengan janji akan mengembalikan lonceng angin jika dia selesai, sambil melontarkan penghinaan terhadap ibunya, Thea. Ketegangan meningkat saat Jenni menangis dan diberi perintah untuk membangunkan ibunya, sementara Kelly mengancam menghentikan dia makan. Adegan berpindah saat Jenni bergegas membangunkan ibu; suara terakhir menuntut klarifikasi, "Apa kau bilang?" Konflik soal pemaksaan makan dan janji lonceng tetap menggantung. Keputusan Jenni di momen ini menentukan apakah lonceng itu kembali.
Di rumah, kalung yang disebut satu-satunya kenangan dari ayah Kelly dilaporkan hilang, dan Kelly menuduh Jenni. Ayah Jefri menanyai Jenni; saat pertanyaan memanas, Jenni panik lalu lari, menabrak tempat sampah dan terjatuh. Jenni bersikeras ia tidak mencuri: dia menuduh Bibi Yunia yang mendorongnya, memaksanya makan sampah, dan menindasnya. Ibu dan Kelly menolak klaimnya, bahkan menyebutnya berbohong dan menuding akibat fatal; ayah mengaku melihat Yunia hampir mati sehingga berpihak pada tuduhan. Ayah menuntut pengembalian kalung dan mengancam membawa Jenni bertemu ibunya jika tidak, sementara Jenni tetap menyangkal.
Episode dimulai dengan seorang anak dituduh ayahnya mencuri kalung setelah kemunculan bibi jahat; ayah memukul dan menggeledah rumah untuk memaksanya mengaku. Anak berulang kali bersikeras tidak mencuri, menuduh bibi menindas dia dan ibunya sementara ayah tampak membela bibi. Pemeriksaan berubah menjadi hukuman fisik dan tekanan kecurigaan. Titik balik muncul saat anak mengaku hanya mengambil lonceng angin milik ibu untuk membangunkannya, bukan kalung. Tuduhan tetap menggantung; keputusan ayah berikutnya tentang nasib anak dan kebenaran masih belum terungkap.
Episode ini dimulai dengan pengakuan bahwa 2000ml darah diambil dari Thea; seseorang khawatir Thea bisa koma dan berusaha menutupinya agar Jefri tidak tahu. Di ruang lain, Yunia baru mendapat transfusi dan diminta istirahat sementara Jenni diberi tahu akan pulang sebentar. Thea terobsesi pada lonceng angin; Jenni disuruh mengambilnya saat hujan dan ada upaya mengambilnya dari orang lain. Konflik memuncak saat ayah menuduh Jenni mencuri kalung Bibi Yunia; dia menuntut permintaan maaf, memaksa Jenni berlutut, dan menahan lonceng angin sebagai tebusan. Keputusan Jenni tetap menggantung, dan rahasia darah Thea belum terungkap ke Jefri.