Kerumunan pekerja Grup Perkasa menuntut upah ketika terungkap dana rekening perusahaan tiba-tiba hilang. Di kantor, Pak Sutanto ditekan oleh beberapa orang, termasuk anak-anak yang diadopsinya, Kian dan Cinta, yang mengaku memindahkan semua dana dan menuntut agar ia menyerahkan perusahaan dengan ancaman jika pekerja masuk. Sutanto menolak, namun para penekan memperingatkan waktunya sedikit. Konflik memuncak menjadi krisis pribadi ketika Pak Kian diberi tahu ibunya didiagnosis kanker hati stadium akhir dan butuh 10 miliar untuk transplantasi. Persoalan dana yang hilang dan tuntutan penyerahan meninggalkan keputusan mendesak yang belum terjawab.