Setelah mencuri seluruh dana Grup Perkasa berkat petunjuk Om Sanjaya, tiga anggota komplotan merencanakan mengambil alih perusahaan agar Grup Laksana tertarik dan mereka dapat menguasai Kota Sentosa. Mereka mengosongkan rekening dan berharap kemitraan dengan Grup Laksana membuka jalan dominasi. Om Sanjaya menjanjikan kemewahan jika mereka patuh, namun mengakui usianya yang tua dan bahwa ia tak punya anak. Sutanto disebut percaya pada mereka; seseorang memanggil "Ayah" dan rekan bisnis tiba di lokasi. Pengakuan usia, seruan itu, dan kedatangan rekan meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan soal langkah berikutnya.