Episode dibuka dengan karyawan menggeruduk kantor menagih gaji karena rekening perusahaan kosong. Mereka memaki dan mengancam Sutanto, menuntut solusi cepat. Sutanto mengakui kesalahan, mengatakan dana sudah dipindahkan dan tak ada uang untuk membayar, lalu mencoba menenangkan mereka dengan menegaskan pentingnya gaji bagi keluarga. Sebagai titik balik, ia berjanji akan melunasi tunggakan hari itu dengan menjual barang, rumah, dan mobil jika perlu, dan memohon kepercayaan sekali lagi. Konflik berakhir tegang dengan janji itu menggantung, apakah Sutanto bisa benar-benar membayar masih belum terjawab.