Aulia menerima telepon bahwa ibunya terluka tepat saat proyek investasi di Kota Jaxo sedang berjalan. Ia segera menghubungi pamannya yang punya koneksi di rumah sakit dan menyuruh agar ibunya dibawa ke sana, lalu meminta Om Anto mengawasi kerja sama dengan pemasok agar tidak terjadi kesalahan. Di rumah sakit ibunya tampak tenang karena kakaknya sudah mengatur semuanya, namun Aulia tetap harus meninggalkan proyek dan mempercayakannya pada orang lain. Episode berakhir dengan Aulia dalam mobil menuju rumah sakit, terganggu sopir yang mengemudi sangat pelan, meninggalkan dua urusan menggantung.