Satu benturan kecil memicu perseteruan di jalan: seorang wanita marah karena mobil barunya rusak dan menuduh pengendara lain, sementara orang sekitar menyebut nama Farel Husni, lelaki yang keluarganya mengurusi proyek penggusuran, sebagai sumber potensi masalah. Tuduhan, permintaan maaf setengah hati, dan desakan untuk segera menggeser mobil karena ibu salah satu pengendara sedang sakit memicu eskalasi. Ketegangan memuncak saat pihak yang merasa dirugikan menolak tinggal diam lalu mendorong mobil yang menghalangi keluar dengan paksa. Adegan berakhir dengan mobil itu digeser, namun kaitan ke Farel Husni tetap menggantung sebagai ancaman tak terselesaikan.