Di depan sebuah mobil yang terhalang, seorang pengemudi memohon agar diberi jalan karena ada seorang nenek sakit di dalam mobil. Desy menolak menerima permintaan maaf yang dianggap tidak tulus; rekan-rekannya mengejek dan menuntut bukti hati nurani. Pemohon mendesak: jika terlambat berobat siapa yang bertanggung jawab? Lawan justru mengungkap reputasinya di utara Kota Jaxo dan meremehkan nyawa, bahkan menyebut bisa membeli ganti rugi. Ketegangan memuncak ketika terlihat darah di wajah salah satu orang dan mereka disuruh membasuhnya serta mencari air. Keputusan untuk membuka jalan atau mempertahankan blokade kini menentukan nasib nenek itu.