Seorang guru melarang muridnya masuk istana setelah menyatakan ia nggak lulus ujian. Murid itu protes, mengaku sudah lulus dan mengakui ia pura-pura terluka sebelumnya agar guru buru-buru menolong. Guru mengecam kelembutan yang tak cocok di istana penuh intrik dan menegaskan larangan. Murid membalas bahwa ia bertahan sepuluh tahun demi balas dendam dan tak bisa menunggu lagi: besok ada pemilihan selir baru, ia harus berhasil. Episode berakhir dengan para gadis memasuki istana dan ketegangan antara larangan guru dan tekad murid mengambang menjelang pemilihan.