Seorang nyonya sengaja menolak memberi nama agar Kaisar terus penasaran dan selalu teringat padanya. Ketika Kaisar terpesona oleh permainan alat musik tiup, titah memerintahkan semua dayang dan ibu dayang antre di Aula Sukma untuk meniup, membuat istana kacau. Kakak dan adik di istana khawatir kehilangan kedekatan dengan Kaisar; mereka berharap sebuah lukisan akan membuat Selir Rani tampak jelek. Nyonya itu mengatur agar pesan diserahkan dan berjanji bertemu malam ini di pojok tenggara taman istana untuk memancing perhatian Kaisar. Rencana itu terancam ketika seseorang tiba-tiba berteriak, "Kalian semua, berhenti!"