Kerajaan Phoenix diserang dan prajurit wanitanya gugur; letnan jenderal melarikan diri, namun Ratu Tasya Lardy—disebut Pedang Api dan Dewa Perang—mengusir musuh. Maharani mengeluarkan dekret yang mempersembahkan empat pemuda (Fendy Sonara, Sion Ligo, Erik Septa, Kris Gunar) sebagai selir. Mereka diperintahkan melepas pakaian untuk diukur agar diketahui apakah bisa membahagiakan Ratu; satu menolak dan diusir, yang lain terpaksa mengikuti. Ketegangan memuncak saat beberapa menolak direndahkan, sementara pelayan mempertanyakan kondisi Ratu yang tampak terguncang; nasib pemuda‑pemuda itu belum terjawab.
Episode dibuka saat Puan Hanna menuduh Tasya meracuninya dan memperingatkan bahwa Tasya akan mati pada malam pernikahan; Tasya juga digambarkan sebagai ratu satu-satunya. Tasya kemudian menerima notifikasi sistem: ia kembali ke masa lalu dan bisa memperpanjang hidup jika 'menaklukkan' empat pria—Kris, Sion, Fendy, dan Erik—hingga kesan baik mereka 100%. Ia memerintahkan Yuli memanggil keempat pria itu dan mengukur tubuh mereka untuk mencegah kecurangan. Analisis awal menunjukkan masing-masing 50%; Tasya memilih taktik langsung—mendekati mereka secara intim—untuk menaikkan kesan, sementara ancaman racun dan nasibnya tetap belum terjawab.
Ratu menawarkan uang untuk mempertahankan empat pria, Fendy, Kris, Sion, dan Erik, sebagai selirnya, tetapi mereka marah karena merasa dihina dan dipermalukan dengan uang. Beberapa pergi; kesan baik terhadap Ratu turun drastis menjadi 0-50%. Seorang pria memohon uang karena ayahnya sekarat dan tak mampu berobat. Ditanya mengapa tidak minta pada ayahnya, ia menjelaskan bahwa ayah tirinya memangkas biaya hidup dan mengusir ayahnya ke gudang sehingga sakit. Permintaan belas kasihan itu memaksa Ratu menghadapi pilihan mendesak: memberi bantuan atau kehilangan dukungan selirnya, keputusan masih menggantung.
Episode dimulai saat Ratu Tasya mengutus Erik pulang dan memberinya uang untuk membeli obat bagi ayahnya. Para selir curiga motif Ratu; mereka takut Erik akan dimanfaatkan sehingga posisi mereka tergeser. Beberapa berencana pergi ke Kediaman Perdana Menteri menuntut keadilan atas penindasan selir, sementara lainnya tetap berjaga di kediaman. Erik kembali dan meyakinkan ayahnya bahwa Ratu yang memberinya uang, tapi tetangga meragukan kebaikan Ratu. Ketegangan memuncak ketika pengawal diperintahkan menyeret dan mencambuk seorang yang disebut pengkhianat, menandai ancaman hukuman yang belum terselesaikan.
Episode dimulai saat Pak Hardy disoraki karena Erik ternyata anaknya, namun hanya anak selir sementara Theo disebut putra sah dan suami Puan Hanna. Tuduhan itu memicu konfrontasi keluarga: Pak Hardy menegaskan haknya mendidik anak tiri dan ayahnya, menolak campur tangan Ratu Tasya. Ratu tiba untuk membela Erik dan menuntut penjelasan, sementara pihak lain curiga ia punya motif politik terhadap Perdana Menteri. Pak Hardy menegaskan istrinya adalah perdana menteri dan meremehkan campur tangan Ratu, lalu mengancam tak akan diam—nasib Erik dan pengaruh Ratu menggantung.
Episode dimulai dengan ketegangan di istana: Ratu Tasya jadi pusat konflik setelah kabar tentang Puan Hanna yang diduga ingin menyingkirkan selir. Erik dipukul dan nama Tasya muncul saat seseorang mengumumkan, 'putraku bakal nikah sama Puan Hanna.' Tuduhan bahwa Puan Hanna membunuh pemilik tubuh dan ingin mencelakai selir memicu konfrontasi. Tim menjalankan misi reputasi—kesan baik Erik melonjak menjadi 100%, Sion dan Fendy naik 30%, dan masa hidup diperpanjang 30 hari; racun di tubuh Tasya lenyap. Erik menolak dibawa ke kediaman. Saat Tasya ternyata hidup, perintah diluncurkan: pergi ke kediaman Perdana Menteri dan bunuh mereka semua, ancaman yang menggantung di akhir episode.
Di istana yang gaduh, Ratu merayu dan memberi anggur kepada Erik sambil menegaskan bahwa ia akan setia dan tunduk padanya. Seseorang dituduh pengkhianat; Pangeran Fendy menyangkal cemburu namun khawatir tindakan itu bakal menyeret Pak Hardy dan Puan Hanna karena takut balas dendam. Ratu meremehkan kekhawatiran dan menggoda soal menikah lagi jika Fendy mati. Suasana berubah saat seorang asing muncul—orang itu dianggap 'tampan' dan diduga target baru yang dikirim sistem—lalu mengancam langsung, "Aku datang buat ambil nyawamu." Ancaman itu meninggalkan pilihan dan bahaya yang belum terselesaikan.
Seorang pembunuh datang untuk mengambil nyawa Ratu Tasya, memaksa pengawal dan pelayan berteriak agar ia segera pergi sementara seseorang berjanji menghalangi pelaku. Sekilas nama Radit Yuno disebutkan sebagai pembunuh tak terkalahkan dan pria tercantik Dinasti Phoenix, lalu ada upaya menawar—menawarkan dua kali lipat bayaran dan kehidupan mewah—untuk membeli jasanya. Kekacauan memicu kecemburuan dan kebingungan di antara mereka; seorang pelayan khawatir nasibnya jika ratu punya kekasih baru. Episode ditutup saat pembunuh menegaskan niatnya: "Ratu Tasya, mati kau," meninggalkan ancaman yang belum terselesaikan.
Di sebuah konfrontasi, Ratu dikepung oleh seorang pembunuh sementara seorang wanita yang menempati tubuhnya mengaku hanya mewarisi ingatan pemilik tubuh dan tidak menguasai keterampilannya. Ia dipanggil 'jelek' dan mengancam akan memanggil polisi, namun pelaku merespons dengan ancaman 'mati kau'. Erik tiba, mendesak Ratu segera kabur, menyebut akan membalas budi atas bantuan sebelumnya, dan bersiap menghadapi penyerang. Saat perkelahian memanas dan suara memohon 'jangan sakiti Ratu' terdengar, Ratu memilih melarikan diri; nasib konfrontasi dan kemampuan wanita itu mempertahankan diri tetap menggantung.
Di tengah penyergapan, Ratu terbaring tak sadarkan diri sementara tiga selir menghalangi pelaku dan menuntut agar Ratu tidak disakiti. Pelaku mengikat dan meninggalkan para selir sebagai umpan, menyebut ada empat selir, Tasya belum tiba. Selir yang terikat menolak lari, menyatakan rela mati demi melindungi Ratu. Tasya menimbang: jika kembali dia juga bisa mati, lalu memutuskan pergi mencari bantuan ke Kris. Titik baliknya: Tasya memilih meninggalkan lokasi untuk meminta tolong, sementara Ratu dan selir yang terikat masih dalam bahaya, suara minta tolong menggantung ketegangan.