Episode ini dibuka dengan Susi mendapat hinaan dan tekanan dari ibunya, ia diomeli karena pakaian dan diancam akan 'dijual' jika bukan karena prestasi, ibunya menuntut Susi menikah segera setelah ujian nasional agar mahar dari Amir bisa dipakai membiayai sekolah adiknya. Susi menolak sekolah, mau bekerja untuk mengumpulkan uang obat adik, lalu diancam akan dicabut status putri. Konflik mengeras ketika seorang pria tiba-tiba menyatakan perasaannya dan meminta Susi bersamanya. Di akhir, ibunya justru memberi dorongan ambigu agar Susi pergi mencari masa depan sendiri; Susi memutuskan hanya mengandalkan diri sendiri, pilihan tetap menggantung.