Acara pengecekan nilai disiarkan langsung di sekolah; ayah Yuli, Pak Wendi, ikut hadir dan tim penerimaan Universitas Bima juga datang. Nilai siswa dibacakan satu per satu: Kent dan Yudi mendapat skor sedang, sementara Susi dicemooh karena nilai rendah dan dituduh sering pacaran; Edy membela Susi. Saat giliran Yuli, skor terungkap: total 729, tertinggi, para hadirin menyatakan dia kemungkinan juara provinsi bahkan juara nasional dan calon penerima satu kuota Universitas Bima. Susi yang nilainya jauh lebih rendah diolok dan harus pulang menghadapi pernikahan besok; konsekuensi reputasi dan pilihan masa depan kedua gadis itu masih menggantung.