Di tengah kerumunan yang mengira Yuli juara nasional, kedatangan Wakil Rektor Pak Mike dari Universitas Hanum memicu kekacauan saat ia menuntut membawa madam yang dicari universitas itu. Ternyata pemeriksaan nilai mengungkapkan bahwa juara sebenarnya adalah Susi, bukan Yuli, mematahkan klaim keluarga dan warga. Konflik meningkat ketika pihak kampus siap menjemput pemenang dengan helikopter sementara seorang pria di kerumunan memaksa Susi pulang untuk dinikahi. Susi menolak, menyatakan masa depanku bukan milik orang lain, dan nasibnya—akan ikut universitas atau dipaksa menikah—ditinggalkan menggantung.