Susi datang ke sekolah untuk mengecek nilai dan langsung dipermalukan kepala sekolah yang menyebutnya sampah karena tidak masuk peringkat dan hanya mendapat 313 poin pada ujian percobaan. Edy, yang selalu bersama Susi, berusaha menenangkannya dan mengusulkan mereka mendaftar ke Universitas Damai bersama, namun Susi mempertanyakan masa depannya saat ayahnya menolak dan kabar bahwa Edy bisa meninggalkannya muncul. Seorang pengurus mendesak agar Susi tidak melanjutkan kuliah dan malah menikah demi menghemat, lalu satpam diperintahkan mengusir Susi—meninggalkan nasib akademis dan pilihan hidupnya belum terselesaikan.