Di sebuah rumah, anak Lia diperebutkan buku gambar pemberian Nenek Leni; Joni merebutnya dan Lia terluka, ibu menegur tetapi Joni membantah. Joni menghina Lia dan ibunya sebagai "pembawa sial" yang menyebabkan kematian Paman Yogi dan menyatakan Lia tak layak belajar; Lia membela diri ingin belajar. Wina mendorong Joni, dan Kak Mila tiba-tiba memanggil seseorang "Iwan" serta mengaku sebagai istrinya, membuat orang lain kebingungan. Orang dewasa menegur kekerasan, namun tuduhan kutukan dan klaim identitas memperdalam ketegangan yang belum terjawab.