Episode dimulai dengan paman yang menghardik, menegaskan 'Dia itu Amir' dan menyatakan Yogi sudah mati; ia mengaku bertanggung jawab menjaga keluarga dan mengancam akan membongkar wajah munafik Yogi. Ketegangan itu berpindah saat Bibi Lusi tiba membawa kandidat jodoh, Toni, ke rumah Wina. Toni diperkenalkan sebagai duda yang ditinggalkan istri dan punya anak tiga tahun; ia ramah pada Lia, memberi permen dan mencoba berbaur. Wina dan keluarga saling berpandangan saat perkenalan berlangsung; momen memberi permen berujung protes tiba-tiba 'Nggak boleh terima!' sehingga keputusan tentang Toni dan ancaman paman tetap menggantung.