Episode ini dimulai dengan ketegangan saat seorang wanita bernama Bu Nisa diperintahkan untuk menghentikan tindakan kasar yang terjadi, namun ia bertindak ceroboh. Seorang pria memberi peringatan keras agar tidak mengucapkan kata tertentu lagi, mengancam akan memotong lidah jika dilanggar. Setelah insiden itu, muncul ketegangan keluarga terkait pemakaman yang menimbulkan perdebatan soal siapa yang patut hadir. Kemudian, kedatangan seorang pria bernama Pak Fandi mengusik suasana, memicu konflik lama tentang warisan dan hubungan keluarga yang retak. Episode berakhir dengan ketidakpastian mengenai pembagian warisan setelah kematian seorang tokoh keluarga.