Setelah kematian Om Yofan, Kak Fandi kembali menghadiri pemakaman dengan niat menuntut hak warisan. Namun, kedatangannya disambut dingin dan ancaman dari keluarga besar yang menganggapnya anak haram tanpa status. Mereka menawarkan cek 200 miliar agar Fandi menandatangani pengalihan saham, tapi ia menolak karena nilai sebenarnya jauh lebih besar dan bahaya yang mengintai nyawanya. Keluarga itu memperingatkan konsekuensi fatal jika Fandi tidak menyerah, memicu ketegangan antara upayanya mendapatkan hak waris dan ancaman yang kini membayanginya. Konflik memuncak saat Fandi bersikukuh menolak intimidasi, membuka babak baru dalam perebutan warisan ini.