Bena tertangkap sedang memotong tanaman di bukit; Kepala Desa menuduhnya mencuri bibit dan mencegahnya. Bena membela diri bahwa yang diambil hanya rumput liar dan mengingat ancamannya sebelumnya—siapa yang menghalangi akan dibakar rumahnya—yang membuat warga khawatir. Warga menyebut "dia" pernah membuat desa kacau. Kepala Desa menyebutkan Pak Jino dari Grup Luvia akan menggarap tanah itu, sehingga warga berharap keuntungan. Kepala Desa sampai berlutut memohon agar Bena tidak merusak lagi. Bena mengaku akan bertobat dan pulang, tapi janji itu meninggalkan keraguan tentang bagaimana pembangunan dan konflik akan berlanjut.