Kak Ari menghadapi tudingan soal luka yang tak diobati karena ia mundur setelah kehilangan penghasilan; ia menyebut keluarga pemilik tubuh miskin tak mampu beli obat. Seorang bibi membawa Nino, yang sembuh setelah minum 'air rumput liar', lalu menawarkan Nino menjadi 'ambasador' dengan janji daging untuk mempromosikan ramuan itu. Bibi menggelar demonstrasi, mengklaim khasiat tanpa suntik dalam 30 menit, tapi warga curiga, menyebutnya Bena si pembuat onar, meragukan isi tong besar dan menuduhnya menipu. Demonstrasi gagal; penolakan warga meninggalkan nasib ramuan dan reputasinya belum terselesaikan.